Mengamati Koin Pippin Menggunakan Indikator MacD

Alarm di HP berbunyi. Harga Pippin sudah dibawah Rp 2770. Cobalah saya masuk, harga di bawahnya, namun tidak berhasil match. Akhirnya saya naikkan di harga Rp 2860 dan match. Masuk di jam 10.50 WIB.

Saya coba amati pergerakannya, jika berhasil menembus harga Rp 3200, maka harga akan naik terus. Melihat pippin pernah berada di harga Rp 15.000. 

Malam, setelah tarawih, saya coba baca-baca kenapa pippin turun drastis. Dari harga tertingginya di 15.111. Ternyata yang investasi di Pippin masuk melalui pasar derivatif, telah melakukan penjualan $2,02 juta. 

Di jam 20.00, harga berada di kisaran Rp 3200-3300. Sempat menyentuh harga Rp 3499 di sekitaran jam 19.00.

Namun saat itu, saya tidak melihat indikator MacD. Jika melihat, maka harusnya di sekitaran jam 10-11, waktunya jual. Karena jika dilihat di indikator MacD, histogram sudah menunjukkan warna hijau tipis dan semakin menurun. Menandakan bahwa kegiatan pembelian di pasar pippin sudah mulai berkurang.

Dan, ketika saya buka lagi di jam 12, pippin sudah turun drastis kembali, menyentuh harga Rp 2500 dan terus turun hingga di harga Rp 2040.

Sampai saat tulisan ini dibuat, saya belum cutloss. Posisi saat ini -18%. Padahal sempat berada di posisi +20%, tetapi tidak taking profit, karena masih berharap akan naik terus. Target TP saya di Rp 5000.

Ini hal yang baru sedikit saya pahami, tentang penggunaan indikator MacD. Coret-coretan gambarnya ada di bawah ini. Semoga Pippin kembali naik. Target saya paling tidak menyentuh harga Rp 3200. Gak tau akan kesampean atau gak.


Jika agak lebih aman dan santai jika menggunakan indikator MacD, lihat dulu struktur market. Apakah harga sedang uptrend, downtrend atau sideways. Menurut traderklinik di thread, MacD berkerja paling baik ketika market sedang trending. Kalau market sideways, sinyal crossover sering muncul tapi kualitasnya rendah.

Seperti juga yang terjadi di Pippin, ada sinyal crossover, tapi ternyata pembalikan ke arah bullishnya rendah, dan kembali menurun. Jika ingin scalping masih cocok. Tapi jika ingin swing, kurang pas ketika harga sedang sideways atau downtrend.

Crossover terjadi ketika MacD line memotong signal line. MacD cross ke atas artinya potensi momentum bullish. MacD cross ke bawah artinya potensi momentum bearish. Tapi jangan hanya memantau crossover, lihat juga histogram. 

Histogram menunjukkan kekuatan momentum. Jika berwarna merah tebal dan volume besar, menandakan penjualan tinggi. Merah tipis dan volume mengecil menandakan penjualan menurun. Jika hijau tebal dan volume membesar, menandakan peningkatan pembelian. Jika sudah mulai muncul hijau tipis dan volume mengecil, menandakan pembelian melamah dan tanda akan ke arah bearish.

Komentar

Postingan Populer